Senin, 04 Februari 2013

Fakta keharaman babi di Bible dan Al Quran


Nabi Isa as mengharamkan babi  berarti Injil  mengharamkan babi ?

Babi adalah hewan yang haram, anak kecilpun tahu. hewan ini sangat jorok dan banyak membawa mudhorot, namun orang kristen sangat bodoh dan memakan babi dengan alasan tidak haram. padahal dalam kitab mereka dengan jelas dikatakan bahwa babi HARAM.
ini buktinya ..
Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005
Imamat 11:7-8 Demikian juga babi hutan , karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.
Ulangan 14:8 juga babi hutan , karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
Alkitab cetakan lama 1991
Imamat11 :7-8 Demikian juga  babi , karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.
Alkitab cetakan lama tahun 1941
Imamat 11:7-8 Dan lagi babi , karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tidak ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe.Djangan kamoe makan dari dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamoe.
Catatan: Menurut Alkitab babi itu haram. Kenyataanya oleh mereka babi diternak secara khusus, dipelihara, dirawat dan dijadikan sebagai bahan dagangan, dagingnya diperjualbelikan sebagai sumber penghidupan. Padahal jangankan memakannya, menyentuh tubuhnya saja dilarang dalam Alkitab.
Semua umat Islam mengharamkan babi. Tetapi hampir semua umat Kristiani justru makan babi, kecuali sebagian kecil saja dari sekte Advent. Ini membuktikan bahwa yang ikut firman Allah dalam Alkitab tentang haramnya babi, adalah umat Islam.Sementara umat Kristiani yang menjadikan Alkitab sebagai Kitab Sucinya, justru tidak mengharamkan makan babi, bahkan babi merupakan makanan kesukaan mereka.
Menjadi pertanyaan, mengapa umat Kristiani tidak mengharamkan makan babi, justru malah mereka menghalalkannya?? Ternyata tanpa mereka sadari, mereka telah  mengikuti paham Paulus yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu halal. Perhatikan ucapan Paulus sbb:
1. Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Ayat-ayat dalam berbagai bahasa tersebut adalah Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya didaerah Korintus. Pendapat Paulus yang menghalalkan sesuatu, seperti daging babi dan lain-lain, bertolak belakang dengan firman Allah yang mengharamkan babi.
Sebagai umat beragama yang taat, semestinya yang diikuti adalah firman Allah, bukan pendapat Paulus yang hanya manusia biasa.
Seandainya umat Krsitiani mengikuti firman Allah tentang haramnya babi dll, dan bagaimana cara menyembelih hewan, rasanya dalam hal makanan, tidak terlalu diragukan lagi antara Islam dan Kristan bila menghadapi jamuan atau sejenisnya.
Ada juga sebagian umat Kristiani mengatakan bahwa yang haram itu adalah "babi hutan", jadi "babi piaraan" tidak haram. Padahal Alkitab cetakan lama tertulis "babi", sementara Alkitab cetakan baru dirobah menjadi "babi hutan" Tentu saja yang benar yaitu "babi", sebab semua Alkitab cetakan lama tertulis "babi".
Makna "babi haram", berarti semua babi haram, tidak bisa dimakan, termasuk babi hutan. Tetapi "babi hutan haram", berarti semua babi bisa dimakan, kecuali babi hutan.
Contoh: kata "dilarang merokok" maknanya semua rokok apapun mereknya tidak bisa di hitung. Sedangkan dirobah menjadi "dilarang merokok bentoel", berarti semua rokok bisa di hisab, kecuali rokok bentoel bukan? Ini membuktikan bahwa penambahan satu kata saja bisa merobah makna dan arti.
Contoh lain "orang" jika ditambahkan kata "hutan" akan menjadi "orang hutan", tentu artinya sangat jauh berbeda. Demikian juga "babi" dengan "babi hutan" pasti berbeda.
Tetapi sebagian umat kristiani ada juga yang menjadikan alasan babi halal berdasarkan Injil Matius 15:11 sbb:
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut yag menajiskan orang."
Alasan tersebut tidak rasional dan tidak kuat, sebab jika asal masuk kedalam mulut manusia tidak menajiskan, bagaimana jika yang masuk ke mulut adalah: ganja, Morphin, shabu-shabu dan sejenisnya apakah jadi halal walaupun merusak tubuh, jiwa dan pikiran manusia?
Yang namanya ganja, Morphin, shabu-shabu dan sejenisnya, walaupun sebelum masuk ke mulut manusia dibacakan doa kepada Tuhan atau Yesus, tetap aja haram hukumnya.
Nah ternyata apa-apa yang benar, yang pernah difirmankan oleh Allah dalam Alkitab seperti babi haram, diwahyukan kembali oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi kita Muhammad Saw, didalam Al Qur'an. Alhamdulillah, dimanapun, siapapun dan sampai kapanpun umat Islam tetap akan mengharamkan babi. Firman Allah SWT, babi haram: Qs 2 Al Baqarah 173, Qs 5 Al Maidah 3, Qs 6 Al An'aam 145, dan Qs 16 An Nahl 115.
Contoh: Qs 2 Al Baqarah 173
173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Qs An 'aam 145
145. Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "

Sabtu, 22 September 2012

ZUHUD
Hakikat zuhud ialah menyingkirkan apa apa yang semestinya disenangi dan diingini oleh hati, kerana yakin ada sesuatu yang lebih baik untuk meraih darjat yang tinggi di sisi ALLAH. 
Syeikh Abdul Samad Al Palimbani mengatakan bahawa ada rukun kezuhudan. 
1. Meninggalkan sesuatu kerana menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi 
2. Meninggalkan keduniaan kerana mengharapkan akhirat. 
3. Meninggalkan segala sesuatu selain ALLAH kerana mencintaiNYA. 
Sebagai contoh untuk zuhud tingkat ini, ada satu kisah seorang sahabat Nabi ternama,Haritsah. Nabi SAW bertanya “Bagaimana kamu hari ini, wahai Haritsah?” 
Dia menjawab,”Aku sungguh beriman, ya rasulullah.” 
“Apa buktinya?” tanya Nabi. Dia menjawab,”Aku telah memalingkan jiwaku dari dunia ini. Itulah sebabnya di siang hari aku haus dan di malam hari kau terjaga, dan rasa rasanya aku melihat Arasy Tuhanku menghampiriku, dan para penghuni syurga sedang bersuka ria dan para penghuni neraka sedang menangis.” Nabi SAW bersabda,” itulah seorang mukmin yang hatinya telah dibukakan ALLAH. Kau telah tahu Haritsah, maka camkanlah.” 
Imam Ahmad Ibnu Hambal mengklasifikasikan tingkatan zuhud yakni :- 
1. Zuhudnya orang orang awam ialah meninggalkan hal hal yang haram 
2. Zuhud orang orang yang khawas (khusus) iaitu meninggalkan hal yang berlebih lebihan (al fudhul) meskipun barang halal. 
3. Zuhud orang Arif iaitu meninggalkan segala sesuatu yang dapat memalingkan daripada mengingati ALLAH. 
Al Imam Ghazali pula membahagikan zuhud kepada tiga peringkat yakni :- 
1. Tingkat terendah ialah menjauhkan dunia agar terhindar dari hukuman di akhirat 
2. Tingkat kedua ialah mereka yang menjauhi dunia kerana ingin mendapatkan imbalan di akhirat 
3. Tingkat tertinggi ialah zuhud yang ditempuh bukan lagi kerana takut atau harap, tetapi semata mata kerana cinta kepada ALLAH Ta’ala. 
Menurut Syeikh Abdus Samad Al Palimbani,proses kehidupan zuhud itu ada 3 tingkat :- 
1. Zuhud Awal 
2. Zuhud Menengah 
3. Zuhud tingkat Terakhir (muntahi) 
Pada semua tahap proses kezuhudan tersebut baik di tingkat permulaan mahupun akhir, para zahid harus membentengi dirinya dengan sifat2 wara’ atau wira/I iaitu menjaga diri dari hal hal yang haram dan perkara perkara subahat serta segala sesuatu yang meragukan 
Tingkat Pertama 
Zuhud awal (mubtadi’) adalah kezuhudan seseorang yang di dalam hatinya masih ada rasa cinta kepada keduniaan, namun demikian dia bersungguh sungguh melawan hawa nafsunya. Maka, pada tingkat permulaan inilah seorang zahid harus melatih diri untuk bersikap wara’. Wara’ bagi zahid pemula dapat diertikan sebagai sifat dan sikap hidup seseorang yang sentiasa meninggalkan perkara perkara subahat iaitu segala sesuatu yang belum jelas hala atau haram. Sebagaimana di terangkan dalam hadis Nabi SAW 
“ Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Tapi di antara keduanya ada perkara yang masih samara samara (subahat). Mengambil yang subahat dapat menyebabkan kita jatuh ke dalam larangan Tuhan” 
Tingkat Kedua 
Zuhud orang yang hatinya sudah meninggalkan dunia, hatinya tidak lagi tertarik kepada dunia. Pada tahap ini orang orang zahid dituntut meningkatkan sikap wara’nya ke tingkat yang lebih tinggi, iaitu wira’I yang biasa diertikan sebagai sikap hidup meninggalkan segala sesuatu yang meragukan dalam hati, sebagaimana sabda Nabi SAW 
“Tinggalkan apa yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukan” 
Ini kerana keraguan itu merupakan sebahagian daripada angkara syaitan agar manusia menjadi was was atau syak. Nabi SAW juga pernah mengingatkan, bahawa hakikat dosa sesungguhnya terletak pada apa yang diragukan oleh hati nurani. Oleh itu, baginda mengajarkan manusia agar selalu bertanya dan minta pertimbangan pada hati nuraninya yang benar. 
Berdasarkan dua tahap proses kezuhudan tersebut di atas, seorang zahid dapat naik ke tingkat zuhud yang paling tinggi nilainya iaitu zuhud muntahi; zuhudnya golongan orang yang sudah makrifatullah (arifin). Bagi mereka, dunia dan segala isinya ini sudah tidak ada nilainya lagi sehingga segenap hati dan fikiran mereka sudah menghadap ke akhirat. Maka zahid pada tingkat yang tertinggi ini memilikki cirri cirri rohaniah yang amat tinggi maqamnya. Hatinya tidak lagi bersuka ria kerana memperolehi sesuatu dan tidak pula bersedih kerana kehilangan sesuatu; orang yang memujinya dan orang yang mencelanya dianggap sama saja; dan dia sentiasa merasa dekat dengan Tuhan dan merasakan nikmatnya ibadah. 
Seiring dengan peringkat kezuhudan yang dicapai oleh para zahid muntahi ini, maka sifat sifat wira’I yang dimilikki mereka pun merupakan nilai nilai hakiki yang tinggi. Mereka menjalani wira’I dalam erti meninggalkan segala sesuatu yang dapat membuat seseorang lalai dan lupa kepada ALLAH walau sekejap saja dianggap sebagai dosa. Inilah puncak hakikat zuhud dan wira’I yang sesungguhnya. 
Zuhud peringkat pertama adalah dikalangan orang awam, zuhud peringkat kedua adalah dikalangan para salik yang soleh dan peringkat terakhir ini hanya boleh dimilikki oleh orang orang yang lebih khusus atau khawas al khawas iaitu para Sufi sebagai orang orang yang arif bijaksana.

 

Minggu, 15 Januari 2012

Membuat blog ? itu sangat mudah...

Cara Membuat Blog Gratis
(Cara ini bisa anda terapkan juga untuk membuat Blog Gratis lebih dari satu
sesuai keinginan anda)
Membuat Blog Gratis di Blogger cuma perlu 3 tahap ;

1. Anda Klik link www.blogger.com
2. Ikuti 3 langkah cara membuat blog di sana.
3. Isi blog anda dengan posting tulisan. Tulisan bebas sesuai dengan topic blog
anda.

Oke, sekarang jika anda telah klik www.blogger.com, maka lanjutkan dengan
mengikuti 3 langkah membuat blog ; ciptakan sebuah account, namai blog
anda, dan pilih template.
Yang perlu ditekankan, anda jangan takut salah membuat blog gratis ini karena
anda bebas nanti mau buat blog berapa aja. Anda juga bebas untuk mengedit blog
meskipun telah jadi.
 Mari kita mulai.

1. Ciptakan sebuah account :
     klik www.blogger.com
2. Isi biodata langsung jika anda menggunakan email selain gmail (misal, email
yahoo). Nama tampilan bisa menggunakan nama anda saja. misal saya buat :sekhanas. Nama ini akan muncul sebagai nama penulis blog jika anda menulis
di blog anda nanti.
-Lalu klik lanjutkan.
Jika anda menggunakan email gmail, maka klik tombol A ;login terlebih dahulu.
Isi email dan password gmail anda. Lalu klik masuk.
Nama tampilan bisa menggunakan nama anda saja, . misal saya
buat : sekhanas. Nama ini akan muncul sebagai nama penulis blog jika anda
menulis di blog anda nanti.
Lalu klik lanjutkan.

3. Beri Nama Blog Anda :
 Beri Judul Blog anda. Ini akan menjadi headline paling atas blog anda nanti.
Tulis Alamat blog anda. Ini akan menjadi nama blog anda yg bisa anda kenalkan
kpd orang lain. Ketika orang ketik nama tersebut di internet, maka blog anda akan
muncul.
  Jangan lupa cek ketersediaaan apakah sudah ada yg punya nama
tersebut atau blm ada yg punya. Kalo sudah ada yg punya, maka anda harus ganti
dg nama lain. Kalo blm ada yg punya, muncul Tulisan warna hijau “Alamat Blog ini
tersedia”.
 Lanjutkan.-->

Pilih Template yg Anda Inginkan
Anda bisa menggeser bar sebelah kanan untuk melihat model-model template
standar.
 Tekan lanjutkan. 

   -Selamat, Blog anda sudah jadi..!

Sekarang anda sudah bisa mengisi blog anda.
Klik link 'Mulai Blogging' untuk menulis artikel pertama anda pada bagian posting.
Selamat mencoba.

Senin, 02 Mei 2011

Kisah Cinta Nabi saw dengan istreinya



Kisah Cinta Nabi saw 


MANDI BERSAMA-SAMA ISTERI
Imam Al-Bukhari meriwayatkan;
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ
Maksudnya;
“Daripada Aisyah R.Ha berkata : aku sentiasa mandi bersama dengan Nabi SAW daripada satu bekas. tangan kami sama-sama berselisih (ketika menggunakan air dalam bekas itu)
[1]
URAIAN
Dari hadis ini, kita dapat melihat bagaimana indah dan romantiknya Nabi Saw dengan Isteri-isterinya. Gambaran romantic ini, dirakamkan sendiri oleh Aisyah yang bercerita bagaimana Baginda SAW boleh mandi bersama-sama sehingga tangan mereka berselisih dan berganti-gantian.
Mandi yang dimaksudkan dalam perbincangan ini, tidak dikhususkan kepada mandi biasa, bahkan termasuk juga mandi jinabah atau disebut sebagai mandi wajib.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, ada dinyatakan;
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ وَنَحْنُ جُنُبَانِ
Maksudnya;
“Aku selalu mandi bersama dengan Rasulullah SAW daripada satu bekas, dan kami ketika itu sedang berjunub
[2]

Tindakan nabi SAW ketika mandi itu, tidak sekadar mandi bersama-sama, bahkan Aisyah juga pernah bercerita bahawa ketika sedang Nabi SAW mandi bersama, Baginda SAW merungkai-rungkaikan rambut Aisyah
[3].
Dan pernah sambil mandi, mereka bergurau-gurau. Mereka berdua bermain-main air, dengan berebut-rebut mengambil air sehinggakan Aisyah dalam suasana sedang berseronok-seronok meminta kepada Nabi agar air itu disimpan untuknya kerana semuanya telah diambil oleh Nabi SAW
[4].
Bahkan dalam hadis yang lain, Ummu salamah pernah bercerita bahawa dia mandi bersama dengan Nabi SAW dan ketika itu Baginda menciumnya. Hal ini berlaku, ketika Baginda sedang berpuasa
[5].
Dengan ulasan ini, penilaian yang kita dapat ambil adalah, sebagai manusia yang menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, selayaknya kita mencontohi amalan Rasulullah SAW ini.
Anggapan yang mengatakan bahawa mandi bersama-sama dengan Isteri merupakan amalan jelek, merupakan satu anggapan yang salah dan tersasar dari ajaran islam. Bahkan, jika ditanya kepada kaum hawa, pasti mereka akan merasakan dihargai jika mereka diperlakukan sedemikian oleh suami mereka.
Sebagai isteri pula, tidak selayaknya kaum hawa menolak apabila di ajak oleh suami mereka untuk mandi bersama. Lihatlah Aisyah dan Ummu Salamah yang tidak menolak ajakan Nabi SAW untuk mandi bersama-sama. Bahkan, dilihat bahawa Aisyah amat berbangga dengan tindakan Nabi yang mandi dengannya sehingga sanggup menceritakan hal ini. Jika tidak, masakan kisah ini dibukukan dalam kitab-kitab hadis.
Sekian

[1] Sahih Al-Bukhari : hadis no : 253.
[2] Sahih Muslim : 482.
[3] Sahih Muslim : 498.
[4] Sunan An-Nasai : 239.
[5] Mushad Ahmad : 25355.


Download gratis berbagai materi Agama Islam :
http://www.islamhouse.com/
http://ustadzsekhanasholihjayabangsablog.blogspot.com/